Resep Masakan Otak Otak ikan Tenggiri Mantap

Resep Otak-Otak Ikan Tenggiri
Otak Otak ikan Tenggiri

Resep Masakan Otak Otak ikan Tenggiri Mantap

Selamat pagi sobat, sudah tahu mau masak apa hari ini..?  Kalau belum Mungkin masterkuliner.omline bisa membantu sobat menemukan menu yang cocok untuk hari yang spesial seperti sekarang ini. sobat, sekarang ini kita semakin sulit menemukan makanan yang sehat dengan harga terjangkau di pasaran, beberapa hari yang lalu saat asik nonton berita di TV ternyata ada liputan tentang oknum pedagang nakal pembuat otak-otak ikan tenggiri,. dalam liputan itu disebutkan kalau ikan yang di gunakan tidak selalu ikan segar atau ikan sisa yang tidak lagku di jual, tidak hanya sampai di situ saja sobat, si oknum pedagang nakal ini juga menambahkan borak kedalamnya untuk mempuat otak-otaknya lebih awet dan tahan lama, padahal sudah jelas-jelas kalau borak telah dilarang oleh pemerinta untuk mengawetkan makanan karena dapat mengganggu kesehatan dalam waktu yang lama. Serem kan sobat..!!
Agar kita tidak sampai makan-makanan yang seperti itu tadi lebih amannya kita buat saja sendiri otak-otak ikan tengirinya, bukan begitu sobat..  ;). selain kita bisa memastikan kandungan di dalamnya otak-otak ikan tenggirih yang kita buat juga akan lebih sehat bagi keluarga.

Sobat, berikut ini sekilas tentang kandungan dan manfaat ikan bagi tubuh kita:
Protein pada ikan tersusun atas asam amino esensial yang lebih mudah dicerna daripada protein dari sumber hewani lainnya. Seperti yang kita ketahui, protein adalah sumber nutrisi penting untuk pertumbuhan. Nah, untuk masalah lemaknya, lemak yang terkandung dalam ikan berbeda dengan lemak yang ada pada daging sapi atau ayam. Jadi, kalau orang biasanya membatasi asupan daging merah karena takut akan lemak (jenis asam lemak jenuh) dan kolesterolnya, tidak demikian halnya dengan ikan. Ikan justru diburu karena lemaknya. Pernah dengar minyak ikan kan? Berbeda dengan lemak hewan lainnya, lemak ikan berbentuk cair bahkan pada suhu rendah sekalipun. Itulah mengapa disebut minyak ikan, bukan lemak ikan. Karena lemak biasanya mengacu pada bentuk padat seperti lemak sapi atau kambing.

Komposisi lemak pada ikan didominasi oleh asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang (Poly Unsaturated Fatty Acid = PUFA) dengan khasiat yang dahsyat. Omega 3 (atau disebut dengan asam linoleat) jenis EPA (Eicosa Pentaenoic Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid) yang diagungkan sebagai primadona di dalam daging ikan, tak lain merupakan PUFA. Keduanya merupakan asam lemak esensial, yang berarti keberadaannya tidak bisa dibentuk sendiri oleh tubuh. Untuk mendapatkannya harus melalui makanan. Jenis asam lemak ini berkhasiat membantu perkembangan otak dan menjadi stimulan positif dalam menguatkan daya ingat.

DHA berperan penting dalam susunan jaringan otak sehingga dibutuhkan untuk pertumbuhan otak bayi. Secara alami DHA hanya ada dalam ASI dan ikan. Keunggulan lain dari omega 3 pada ikan berkaitan dengan penyakit degeneratif, seperti jantung dan hipertensi. Menurut ahli pangan, mengonsumsi ikan dengan rutin dapat menekan risiko terserang penyakit jantung koroner. Di dalam tubuh, asam lemak tak jenuh akan diubah menjadi HDL (kolesterol baik) yang dapat menurunkan risiko penyempitan pembuluh darah di jantung.

Bahan:

* 250 g daging tenggiri/kakap, haluskan
* 100 g tepung tapioka
* 100 cc santan dari 1/2 btr kelapa
* 1 putih telur
* 10 btg daun kucai, iris halus
* 1/2 sdt garam
* 1/2 sdt merica bubuk
* 1 sdt gula pasir
* daun pisang untuk bungkus

 BACA JUGA Resep SAPO TAHU AYAM LADA HITAM

Cara membuat:

Campur daging ikan, tepung tapioka, garam,
gula, merica, gula dan santan jadi satu, aduk rata.

Tambahkan putih telur dan daun kucai, aduk rata.
Ambil 1-2 sdm adonan, gulung dengan
selembar daun pisang, semat ujung2nya,
panggang diatas bara api/ dalam oven
dengan api atas sampai matang.
Hidangkan dengan sambal kacang.

Sambal kacang:

Haluskan 50 gr kemiri sangrai,
25 gram kacang goreng, 2 buah
cabai merah, dan 5 buah cabai rawit,
campur dengan 100 cc air matang, garam,
gula pasir, dan cuka menurut selera

LihatTutupKomentar